Seiring waktu berjalan sejak manusia
dilahirkan yang mulanya sendiri pun kini mulai mempunyai teman.Teman,….. hmm,,,,, seperti apakah
teman kita? apakah dia memang pantas di pertahankan? apakah hanya cukup tahu
dan kenal saja? dapatkah dia memberi manfa,at dan nilai positif kepada kita
yang memang sejatinya manusia memerlukan teman kaarna takan sanggup manusia
untuk hidup sendirian?maka semakin bertambahnya usia dan
bertambahnya akal untuk makin dewasa,maka harusnya kita sanggup memberi
penilaian kepaada sahabat-sahabat kita,seperti apa dia dan akan jadi apa kita
kalau bergaul bersama dia apakah mampu memberi nilai plus pada ibadah kita
apakah munngkin semakin menurun amal dan ibadah kita,kebih membahayakan lagi
kalau semakin bersama semakin rusak iman kita, maka sepatutunya kita harus
sangat-sangat jeli untuk bisa beri penilaian….Dalam sebuah hadits yang shahih
disebutkan:« مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً »“Permisalan teman yang baik dan teman
duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan)
penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi
engkau membeli darinya, dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang
wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar
pakaianmu, dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (H.R.
Al-Bukhari dan Muslim}hadits diatas memberikan penjelsan
untuk kita agar sangat hati-hati memilih teman, berteman dengan orang Alim dan
pintar akan memberi efek positif kepada kita,mungkin kita yang masih kurang
akan pengetahuan agamanya lama-lama karna berteman dengan orang yang berilmu
kita pun akan tertular ilmu dan kebaikanya…lain halnya jika berteman dengan
orang yg rusak imanya ,satu atau pertama kita akan tertular nama
jeleknya…contoh kecilnya saja jika kita berteman dengan preman suka
minum-minuman malakin orang(meminta harta orang dengan paksa) walaupun kita tak
pernah berbuat,tapi karna kita sering kemana-mana bersama,pastinya tanggapan
orang miring juga kepada kita mungkin orang berfikir ach itu pasti bosnya
bagaimana tidak karna kita kmana-mana selalu bersama walau tak pernah berbuat
seperti apa yang di lakukanya,parahnya lagi jika kita sampai ikut-ikutan sperti
tingkahnya si preman waduh buahaya kan ya…???jadi lebih baiknya hati-hati jika
mencari sahabat sejati,teringatsa’at dulu si penulis di ajar ngaji
“pergaulan kui lewih landep tinimbang pedang nang moko koe sing ati
ati”(maksud nya adalah pergaulan itu lebih tajam dari pada pedang maka kamu
harus hati-hati….bergaulah dengan teman yang bisa
saling menguntungkan dalam hal ibadah dan tak terkecuali dalam mencari nafkah…
jangan bergaul dengan teman yang hanya bikin kita rugi dunia dan
lebih-lebih akhirat…sahabat sejati harusnya bisa saling
mengingatkan,jika teman berbuat salah janganlah segan untuk mencegah…jika teman berbuat baik dan
terpuji janganlah segan-segan untuk mengikuti….jadi mulai dari sa’at ini anda harus
jeli dan sangat teliti…sperti apa teman kita dan akan jadi
apa jika anda terus bersama….kalau hanya teman dalam urusan
duniawi kita akan sangat mudah untuk mengetaui…“Dalam masa kejayaan, teman-teman
mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah
kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping
anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”tapi kata-kata diatas hanya untuk
urusan duniawi tapi jika urusan akhirat patutnya agar kita lebih jeli…semua jawaban ada di tangan anda maka lebih baik untuk
kita agar lebih waspada.

No comments:
Post a Comment